CT with STEM

Divisi I - Lomba

CT with STEM

Computational Thinking (CT) merupakan  salah satu konsep analisis berpikir yang digunakan untuk penyelesaian suatu permasalahan secara analis (solving problem). Dalam konsep berpikir CT terdapat  4 konsep utama yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yaitu Dekomposisi,  Pattern Recognation, Pattern Abrstaction dan Algoritma Design. Pertama adalah dekomposisi yang berarti bahwa setiap permasalahan yang kompleks dapat dibagi menjadi sub-masalah yang lebih sederhana sehingga mudah untuk diselesaikan. Kedua adalah Pattern Recognition merupakan proses untuk mengenal pola permasalahan dan pola penyelesaian dari permasalahan tersebut. Pola ini kemudian akan menjadi pengetahuan baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah lain. Konsep ketiga yaitu abstraction yang merupakan cara penyelesaian masalah dengan mengidentifikasi hal detail yang paling penting dari permasalahan tersebut dan mengabaikan hal detail yang tidak terlalu berdampak signifikan pada proses penyelesaian masalah tersebut. Konsep terakhir adalah desain algoritma, yaitu bahwa dalam melakukan penyelesaian masalah perlu dirancang tahapan-tahapan yang sistematis dan logis. Keempat konsep CT tersebut selanjutkan akan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan permasalahan yang dirancang dalam STEM.

STEM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering and Mathematics. Namun ketika diimplementasikan pada dunia pendidikan, STEM ini memiliki makna bukan hanya merupakan akronim dari beberapa disipin ilmu, tetapi memiliki tujuan untuk menciptakan SDM yang memiliki literasi dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan jaman. Sehingga. keempat disiplin ilmu tersebut terintegrasi menjadi sebuah paradigma pembelajaran yang kohesif sesuai dengan permasalahan pada dunia nyata.

Dalam perlombaan CT with STEM, akan mengangkat masalah dalam konteks STEM untuk diselesaikan dengan cara Computational Thinking yaJelng melibatkan empat konsep didalamnya yaitu dekomposisi, pattern recognition, abstraction dan desain algoritma. Setiap peserta akan diberikan satu topik permasalahan di dunia nyata, dan diminta untuk merancang penyelesaiannya dengan konsep-konsep CT. Bentuk solusi yang dirancang dapat berupa sebuah prototipe atau ide solusi praktis yang disajikan dalam bentuk penayangan video animasi/simulasi solusi.    

 

Sebagai referensi mengenai konsep computational thinking dan STEM, setiap peserta dianjurkan untuk membaca referensi berikut :

1.        Cansu, Fatih & Cansu, Sibel. (2019). An Overview of Computational Thinking. International Journal of Computer Science Education in Schools. 3. 3. 10.21585/ijcses.v3i1.53.https://www.researchgate.net/publication/332724947_An_Overview_of_Computational_Thinking

2.        STEM Education Framework. The New York Academy of Science.   https://www.nyas.org/media/13051/gsa_stem_education_framework_dec2016.pdf

 

Secara umum ketentuan perlombaan adalah sebagai berikut:

1.        Topik STEM yang diangkat permasalahan krisis Energi

2.        Bentuk solusi dapat berupa prototype produk, parancangan/prototype software atau ide solusi praktis yang disajikan dalam bentuk penayangan video animasi/simulasi solusi.

3.        Dalam perancangan solusi dapat ditunjukan konsep-konsep CT

4.        Ide solusi mengandung implementasi hasil kajian ilmu bidang science, technology, engineering dan mathematics

5.        Solusi merupakan karya orisinal

6.        Solusi tidak mengandung unsur SARA dan tidak melanggar Hak Cipta

 

Babak Penyisihan

 

Peserta harus mengumpulkan proposal ide solusi dari tema yang diberikan dalam lomba pada tanggal 30 Juni 2021 dalam bentuk pdf dengan jumlah maksimal halaman adalah 15 halaman utama (tanpa cover).

Proposal rancangan ide solusi yang akan dibuat disajikan dalam bentuk tulisan yang memuat:

1.        Pendahuluan

a.         Identifikasi masalah umum dan khusus

b.         Tujuan yang ingin dicapai

c.         Gambaran solusi

2.        Metodologi Perancangan solusi

3.        Rancangan Solusi

4.        Dalam rancangan solusi tunjukan proses perancangannya dengan menerapkan konsep Computational Thinking

5.        Kesimpulan

6.        Daftar Referensi

7.        Lampiran lainnya jika diperlukan

 

Kriteria Proposal

No

Kriteria

Bobot Penilaian

1

Originalitas Ide/Usulan

20%

2

Kesesuaian Format Proposal

10%

3

Penerapan konsep Computational Thinking dalam Perumusan Masalah dan Rancangan Solusi

25%

4

Kreativitas/keunikan solusi yang ditawarkan dengan menerapkan konsep Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

25%

5

Kejelasan Rancangan Solusi

20%

 

 

Babak Final

 

Secara umum ketentuan pelaksanaan final adalah sebagai berikut.

1.        Setiap peserta yang masuk babak final, wajib untuk mempresentasikan produk/prototype selama maksimal 20 menit dan tanya jawab. 

2.        Presentasi prototype atau ide solusi praktis yang disajikan dalam bentuk penayangan video animasi/simulasi solusi.

3.        Video simulasi solusi disajikan maksimal selama 15 menit dengan konten video yang yang harus meliputi :

a.         Pendahuluan yang berisi penjelasan mengenai masalah, analisis gap dan potensi pemecahan solusi.

b.         Kerangka berpikir permasalahan yang disajikan dengan menerapkan konsep computational thinking

c.         Kerangka solusi yang dirancang dengan penerapan konsep computational thinking

d.         Pembahasan dari rancangan prototipe solusi secara utuh

e.         Kesimpulan hasil atau dampak yang dicapai dari solusi yang diusulkan yang disajikan dalam bentuk analisis data

 

No

Kriteria Penilaian Final

Bobot Penilaian

1

Originalitas Ide/Usulan

20%

2

Kesesuaian dan kelengkapan konten video yang ditampilkan

10%

3

Penerapan konsep Computational Thinking dalam Perumusan Masalah dan Rancangan Solusi

20%

4

Kreativitas/keunikan solusi yang ditawarkan dengan menerapkan konsep Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

20%

5

Kejelasan Rancangan Solusi

15%

6

Kejelasan dalam proses tanya jawab

15%

 

Ketentuan Lomba lainnya:

1.        Peserta lomba terdiri dari minimal 2-3 orang

2.        Setiap anggota dalam kelompok berasal dari univeritas yang sama

3.        Ketua dan Anggota Kelompok adalah mahasiswa dari Universitas yang tergabung dalam AMLI

 

Alur Lomba CT with STEM

 

Secara umum alur lomba CT with STEM disajikan dalam diagram berikut: